Novel Baswedan, merupakan salah seorang kepala penyidik di KPK dalam beberapa kasus korupsi seperti kasus Korlantas Polri, PON Riau dan Hambalang. Akibat tudingan yang dialamatkan kepadanya, sejumlah kasus yang sedang ditangani terhambat.
Berbagai kejanggalan muncul dalam upaya penangkapan Kompol Novel Baswedan yang dituding Polda Bengkulu. Presiden diimbau untuk menyelamatkan Polri dari anggota kepolisian yang bertujuan melemahkan KPK.
Hubungan antara KPK dan Polri memanas. Puncaknya adalah ketika salah satu penyidik KPK Kompol Novel Baswedan, akan ditangkap penyidik Polda Bengkulu. Guna meredam kondisi tersebut, dua instansi tersebut dijadwalkan bertemu hari ini.
Polri menuding penyidik KPK Novel Baswedan terlibat kasus penganiayaan saat menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004 silam. KPK tidak tinggal diam dan memastikan akan melindungi penyidiknya itu. Ada alasan kuat kenapa hal itu dilakukan.
KPK tidak tinggal diam atas tudingan Polri terhadap Kompol Novel Baswedan yang dituduh melakukan penganiayaan berat. KPK bergerak menelusuri tudingan tersebut. Ini dia hasil sementara dari investigasi tim KPK terkait kasus yang menimpa Novel.
KPK siap pasang badan untuk Novel Baswedan. Bukan apa-apa, Novel merupakan salah satu penyidik terbaik KPK. Dia yang membongkar kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korlantas.
Ada yang diuntungkan dengan memanasnya hubungan KPK-Polri. KPK meyakini hal itu. Orang-orang ini bahkan kemungkinan terlibat dalam proses adu domba KPK-Polri. Siapa?
Ketika kasus dugaan penembakan atas pencuri sarang burung walet pada 2004 lalu, Novel Baswedan disidang dan mendapat sanksi teguran. Dia bertanggung jawab atas aksi yang diduga dilakukan anak buahnya.
KPK mengungkap kejanggalan dalam kasus pidana yang dituduhkan atas penyidik kasus Korlantas Novel Baswedan oleh Polda Bengkulu. Yang utama, laporan baru dibuat 1 Oktober 2012. Kejadian sudah terjadi 8 tahun lalu.