Selain mengembangkan bisnis sapi dan tebu, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga mengembangkan bisnis minyak sawit (CPO) di Sumatera, dan akan membangun pabrik minyak goreng.
PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih 19,4 triliun di akhir 2012, laba ini naik tipis 9% dari perolehan laba di 2011 sebesar Rp 17,8 triliun.
Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengkritik peranan perkapalan Indonesia yang minim berkompetisi dalam kegiatan ekspor.
PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum mencatat laba Rp 1,12 triliun di akhir 2012. Angka ini anjlok 34,4% dibandingkan laba akhir 2011 lalu Rp 1,7 triliun.
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatat penurunan laba bersih 31% menjadi Rp 1,16 triliun di akhir 2012, dibandingkan Rp 1,67 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Astra Agro Lestari (AALI) menjual 131.868 ton minyak sawit mentah alias CPO sampai Januari 2013. Jumlah tersebut tumbuh 36,4% dari 96.662 ton pada periode yang sama di 2012.
Nigeria saat ini sedang gencar mencari para investor asing untuk mengembangkan perkebunan sawit. Alasannya, negara itu saat ini sangat membutuhkan minyak goreng dalam jumlah yang besar.