Pengusungan Jusuf Kalla (JK) sebagai capres Partai Golkar menjelang pemilu diakui hanya untuk mendongkrak suara partai di Pemilu Legislatif 9 April. Tidak ada niatan Golkar untuk memajukan ketua umumnya sebagai capres di Pilpres 2009.
Memaksa maju jadi capres atau memundurkan posisi tawar jadi cawapres, sama-sama tak mengenakkan JK. Maju jadi capres, kekalahan sudah terbayang. Jadi cawapres SBY, bukan hal gampang.
Turunnya suara Partai Golkar dalam Pemilu 2009, membuat petinggi Golkar termasuk Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) harus melakukan instropeksi. Untuk mengevaluasi dan mempersiapkan langkah ke depan, seluruh DPD I Golkar akan dikumpulkan di Jakarta untuk konsultasi.
Partai Golkar belum pasti akan mengusung capres atau cawapres. Semuanya akan ditentukan dalam Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) 23 April 2009. Kesempatan pun bukan hanya milik sang Ketua Umum Jusuf Kalla (JK).
Partai Golkar menggelar rapat internal. Sejumlah petinggi beringin hadir. Topik utama yang dibahas mengenai 'kekalahan' beringin pasca hasil hitung cepat.
Partai Golkar menggelar rapat pimpinan harian. Salah satu topik yang dibahas mengenai koalisi. Arah koalisi yang diinginkan yakni yang tetap menjaga nama baik Golkar.
Merosotnya suara Partai Golkar dalam Pileg menebarkan rumor pecahnya internal partai beringin itu. Disebut-sebut muncul kubu-kubu untuk memunculkan calon lain guna mendampingi SBY seperti Akbar Tandjung.
Di kalangan internal Golkar, nama mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso kian disebut-sebut sebagai calon kuat pendamping Jusuf Kalla (JK). Politisi muda partai beringin, Yuddy Crishnandi menyebut Bang Yos sebagai duet yang tepat untuk JK.
Pemprov Jatim, BPLS dan Lapindo sepakat menghentikan penambalan tanggul cincin di pusat semburan lumpur. Alasannya, keberadaan tanggul tersebut tidak menguntung dan seringkali terjadi subsidence.