detikNews Boneka Reagan Laku Keras Meninggalnya Ronald Reagan telah mendorong lonjakan pemesanan boneka Reagan yang bisa berbicara. Boneka itu dijual seharga US$ 29.95. Sabtu, 12 Jun 2004 13:50 WIB
detikNews Reagan Dimakamkan di California Setelah menerima penghormatan kenegaraan di Washington, almarhum mantan presiden AS Ronald Reagan hari ini dimakamkan di California. Sabtu, 12 Jun 2004 10:16 WIB
detikNews Pemerintah AS Dituding Tutupi Penyiksaan di Abu Gharib Pemerintah AS sengaja mengizinkan dan menutup-nutupi penyiksaan tahanan Irak di penjara Abu Gharib. Demikian laporan Human Rights Watch. Kamis, 10 Jun 2004 11:52 WIB
detikNews Jenazah Ronald Reagan Diterbangkan ke Washington Jenazah mantan Presiden AS Ronald Reagan telah diterbangkan ke Washington untuk upacara penghormatan terakhir secara kenegaraan. Kamis, 10 Jun 2004 01:09 WIB
detikNews Perancis Janji akan Dukung Resolusi PBB Soal Irak Perancis janji akan mendukung resolusi PBB tentang masa depan Irak. Resolusi ini akan diputuskan dalam sidang Dewan Keamanan PBB hari ini. Selasa, 08 Jun 2004 14:46 WIB
detikNews Kedubes AS Kibarkan Bendera Setengah Tiang Menghormati meninggalnya mantan presiden AS, Ronald Reagan, Kedutaan Besar AS di Jakarta, mengibarkan bendera setengah tiang. Minggu, 06 Jun 2004 15:47 WIB
detikNews Ronald Reagan Meninggal Ronald Reagan meninggal dunia di rumahnya di Los Angeles, AS. Presiden AS ke-40 itu meninggal setelah menderita penyakit Alzheimer. Minggu, 06 Jun 2004 06:29 WIB
detikNews Jumlah Tentara AS yang Tewas di Irak Mencapai 601 Jiwa Jumlah korban dari pasukan Amerika Serikat (AS) yang terbunuh di Irak mencapai 601 orang, termasuk 5 tentara yang tewas baru-baru ini. Sabtu, 05 Jun 2004 16:05 WIB
detikNews Paus Desak Bush Segera Pulihkan Kedaulatan Irak Paus Yohanes Paulus II mendesak Bush segera memulihkan kedaulatan Irak. Sementara ribuan demonstran menyambut kunjungan Bush di Roma. Sabtu, 05 Jun 2004 05:59 WIB
detikNews Menuju Mesir, Kapal Ukraina Bawa Senjata Dicegat Turki Otoritas Turki menyelidiki kapal yang bertolak dari Ukraina menuju Mesir. Ini dilakukan setelah disitanya senjata mutakhir di atas kapal itu. Jumat, 04 Jun 2004 15:10 WIB