Jonan menerangkan, kebijakan baru ini bertujuan untuk menekan tarif listrik. Kalau listrik dari EBT mahal harganya, tentu ujung-ujungnya membebani rakyat.
PLN menilai patokan harga energi baru terbarukan (EBT) buatan Jonan berdampak positif bagi masyarakat, PLN, pemerintah, dan pengembang EBT dalam jangka panjang.
Harga listrik dari tenaga matahari di Kamboja ternyata hanya US$ 9 sen/kWh, setara dengan Rp 1.170/kWh. Itu lebih murah dibanding di Indonesia, kok bisa?