Presiden Prabowo Subianto menantang tiga menterinya untuk segera merealisasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) dalam dua tahun.
PT Indocement membangun PLTS terbesar di sektor semen Indonesia dengan kapasitas 71,9 MW. Proyek ini mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Setiap perjalanan, mulai dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil hingga konsumsi listrik dan internet saat menginap, berkontribusi pada emisi karbon.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) setuju untuk melakukan divestasi dua aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas total 200 megawatt (MW).