PT MRT Jakarta (Perseroda) merogoh Rp 5 miliar untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak imbas kericuhan saat demo massal pada akhir Agustus lalu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluhkan sistem pembayaran tap-in dan tap-out Transjakarta dan MRT. Ia minta perbaikan untuk efisiensi dan kenyamanan.