Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah klarifikasi anggaran 2026. Total Rp 9,9 triliun dibagi, Rp 6,7 triliun untuk DPR dan Rp 2,2 triliun untuk Kesekjenan.
Badan Anggaran DPR mendukung pertumbuhan ekonomi 7-8% dan stabilitas inflasi. RAPBN 2026 diharapkan jadi alat efektif untuk menghadapi tantangan ekonomi.
Defisit anggaran tahun depan dirancang sebesar Rp 689 triliun atau 2,68% terhadap PDB, membengkak dari rancangan sebelumnya Rp 638,8 triliun atau 2,48% PDB.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menjelaskan tunjangan rumah anggota DPR Rp 50 juta ditentukan Kementerian Keuangan, sebagai pengganti rumah dinas.