Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menilai demokrasi Indonesia kebablasan. Ia mengajak merumuskan kembali demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
Prabowo Subianto menegaskan bahwa rakyat dapat mengganti pemerintah yang dinilai tidak baik melalui mekanisme konstitusional seperti pemilu atau impeachment.
Bupati Merangin M Syukur menegaskan pentingnya peran pers dalam demokrasi, mengajak media untuk berkontribusi dalam pembangunan dan transparansi pemerintahan.
Relawan Pro Jokowi (Projo) bantah klaim JK bahwa Jokowi jadi presiden karena dirinya. Projo tegaskan kemenangan Jokowi hasil kehendak rakyat dan kerja kolektif.
Efisiensi anggaran kerap dipakai membenarkan perubahan Pilkada, meski sejarah menunjukkan masalah utamanya ada pada tata kelola dan politik transaksional.
Wacana koalisi permanen diusulkan Bahlil Lahadalia untuk stabilitas politik, mencegah oportunisme, dan memperkuat legitimasi pemerintahan dalam demokrasi.