BPS mencatat neraca dagang Indonesia surplus US$ 2,51 miliar pada Desember 2025, didorong oleh komoditi nonmigas. Total surplus 2025 mencapai US$ 41,05 miliar.
Gubernur Khofifah memimpin Misi Dagang Jatim-Jateng 2026, mencatat transaksi Rp 3,152 triliun. Misi ini memperkuat integrasi pasar dan kolaborasi antar daerah.
Pemerintah dorong transisi hijau untuk kemandirian dan daya saing. Target penurunan emisi gas rumah kaca 31,89% pada 2030. Peluang 4,4 juta lapangan kerja baru.
Kekuatan membangun jaringan rantai pasok di era ketidakpastian berpotensi menciptakan zona kedaulatan ekonomi baru, sebagaimana Cina dengan politik OBOR.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk stabilisasi rupiah amid ketidakpastian global. Ekonom memprediksi rupiah bisa tembus Rp 17.000.