BPH Migas menggandeng Kejagung dalam memproses kasus-kasus penyelewengan BBM. Mulai dari mempercepat proses penyelidikan sampai pengamanan barang bukti kasus.
Konsumsi BBM subsidi tahun ini bisa membengkak 15% menjadi 41 juta KL jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat. Subsidi pun bisa makin tak terkendali.
Konsumsi BBM pada triwulan I-2008 yang membengkak sampai 9,6 juta kiloliter dinilai masih wajar. Tingginya konsumsi BBM ini merupakan kompensasi pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2008 yang sebesar 6,3%.
Program pendistribusian BBM dengan kartu pintar alias smart card paling cepat baru bisa diberlakukan pada Juni atau Juli 2008 karena proses uji coba belum dilakukan sampai sekarang.
Asumsi lifting minyak dalam APBN P 2008 sebesar 927.000 barel per hari (bph) berisiko tidak tercapai. Akibatnya risiko pada penerimaan negara di APBN perubahan pun muncul.