Komandan Paspamres, Mayjend Doni Munardo punya kisah unik saat mengawal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kisah itu berkaitan dengan program SBY yaitu gerakan 1 miliar pohon.
Presiden terpilih Joko Widodo memilih Brigjen Andika Perkasa menjadi komandan pasukan pengamanan presiden. Menko Polhukam Djoko Suyanto menjelaskan, pemilihan Danpaspampres boleh didasarkan personal.
Mabes TNI menegaskan Brigjen TNI AD Andika Perkasa memang sudah pantas dan layak menjadi Danpaspampres. Tak ada yang namanya diisitimewakan. Andika memang angkatan 1987, tapi dia sudah pantas.
Penunjukan Brigjen Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres (Danpaspampres) Jokowi ramai dibicarakan. Ketua Fraksi PDIP DPR Puan Maharani pun angkat bicara soal penunjukan menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono itu.
TNI baru saja melakukan rotasi di jajarannya termasuk pengangkatan Kadispen TNI AD Brigjen Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres. Pengangkatan Andika di jabatan bergengsi itu adalah atas keinginan Jokowi.
Brigjen TNI Andika Perkasa diangkat menjadi Komandan Paspampres (Danpaspampres). Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/760/X/2014 tertanggal 14 Oktober 2014.
Brigjen TNI AD Andika Perkasa disebut-sebut sebagai calon kuat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Kabarnya nama Andika dipilih Jokowi setelah TNI menyodorkan beberapa nama.
Banyak ajudan presiden yang kariernya langsung moncer setelah bertugas. Spekulasi pun muncul, apakah ada keterkaitan antara jabatan tersebut dengan proses kenaikan pangkat selanjutnya?