Tahun 2013 baru saja berakhir. Sejumlah resolusi pun ada dalam bayangan. Galeri Nasional Indonesia bahkan sudah punya rencana kegiatan yang bakal digelar tahun ini. Apa saja?
Kehadiran anggota DPR di rapat paripurna terus menjadi sorotan. Namun sepertinya tak kunjung ada perbaikan. Sepanjang 2013, rapat-rapat paripurna tetap sepi peserta.
Kondisi politik dan keamanan di berbagai kawasan baik regional dan global, diperkirakan masih akan ditandai dengan ketidakpastian dan instabilitas yang tidak menutup kemungkinan dibungkus dengan beragam tema, skema dan strategi yang sebenarnya tujuan akhirnya adalah perebutan pengaruh antara 'duo pivot' global yaitu AS dan China.
Tahun 2013 tidak lama lagi akan segera kita lalui. Bisa dibilang tahun ini bukanlah periode yang mudah bagi para pelaku ekonomi. Tidak sedikit hal-hal yang membuat jantung pelaku ekonomi kebat-kebit.
Saham-saham energi dan lapis kedua diprediksi akan menarik untuk jadi target investasi tahun depan. Saham di sektor ini sudah kena koreksi cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia defisit, karena tingginya impor minyak dan BBM. Ini salah satu alasan kuat tingginya impor minyak dan BBM.
Hingga November 2013, total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.354,54 triliun dengan rasio 28,5% terhadap PDB. Berapa cicilan pokok dan bunganya?