Angka tertinggi wisman Eropa yang melancong ke Indonesia masih diduduki wisman Belanda. Dengan strategi dan kebijakan tepat, angka ini masih bisa digenjot lagi.
Jika privatisasi dan dampaknya berlangsungĀ tentu akan menimbulkan gejolak sosial serta biaya ekonomi dan sosial yang sangat besar. Untuk itu DPR harus memberikan perhatian penuh pada persoalan ini.
Seperti iklan Wiranto di beberapa media cetak nasional belum lama ini. Iklan tersebut mengajak bangsa ini untuk bersatu menghentikan kemiskinan. Namun, tentu tak lepas dari kepentingan.
Biaya pengendalian moneter bisa dihemat hingga Rp 13 triliun, jika prosesnya dilakukan secara efisien. Pertumbuhan ekonomi juga akan lebih berkualitas.
Kausa utama persoalan ini bukan karena miskomunikasi atau tindakan sepihak Brussel. Mengirim penjelasan melalui kedubes negara-negara Eropa di Jakarta juga kurang efektif untuk menghentikan keputusan UE tersebut.