Banyak pihak termasuk parlemen AS, mengkritik kinerja FBI dalam mengawasi gerak-gerik tersangka bom Boston. Namun, Presiden AS Barack Obama membela kinerja Biro Investigasi Federal tersebut.
Sebuah pesawat jet Korea disambut Federal Bureau of Investigation (FBI) saat mendarat di Los Anegeles. Seorang penumpang pria diduga menyerang kru pesawat. Karena ia tidak puas dengan ramen yang disediakan.
Seorang penumpang di AS menuntut sebuah maskapai ke pengadilan karena merasa dipermalukan. Dia mengaku disekap pramugari karena dituduh tidak menyiram toilet pesawat yang baru dia pergunakan. Ih, jorok!
Sosok pria misterius Misha yang dianggap membawa pengaruh radikal pada pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev sudah diperiksa penyidik FBI. Misha membantah jika dianggap mengajarkan Tamerlan soal bom.
Peristiwa Bom Boston itu merupakan babak baru setelah tragedi 9/11 yang membuat Amerika menekan pelatuk mesin perang dalam memberantas terorisme. Obama sendiri dalam berbagai kesempatan pidatonya mengatakan “terorisme perbuatan keji dan biadab”. Memang benar, namun siapa penyebab dari semua ini, tentu kita harus mengkaji ulang kembali.
Penyelidikan ledakan bom di Boston, AS masih terus berlanjut. Kini, penyidik federal AS tengah memburu beberapa pihak lain yang diyakini memiliki peran dalam serangan bom tersebut.
Kapal boat yang menjadi tempat persembunyian tersangka bom panci Boston Dzokhar Tsarnaev diamankan FBI. Ya, saksi bisu itu dibawa FBI menuju tempat penyimpanan barang bukti milik mereka.
Ibunda dari tersangka pemboman Boston ternyata telah dipantau oleh pihak Rusia sejak tahun 2011. salah satu hasil penyadapan Rusia, menunjukan ada percakapan yang menyinggung kata jihad.