Akhir pekan ini seri F1 akan menyambangi Korea untuk menjalani balapan perdana di negara tersebut. Meski performanya tengah limbung, faktor 'misteri' di seri baru plus pembenahan mobil bikin kubu McLaren cukup optimistis menatap balapan.
Duo McLaren Lewis Hamilton dan Jenson Button masih memiliki kans untuk meraih titel musim ini. Tiga seri tersisa menjadi ujian bagi konsistensi dan pembuktian pengalaman dua juara dunia itu.
Red Bull menjaga komitmen untuk selalu memberikan kesempatan setara untuk dua pembalapnya, Mark Webber dan Sebastian Vettel. Namun Flavio Briatore meminta Red Bull menjadikan Webber nomor satu.
Red Bull diakui punya mobil yang cepat nyaris di semua sirkuit. Tapi di GP Korea, penampilan mobil Red Bull justru dipandang tidak akan sebagus mobil Ferrari dan McLaren.
Tiga seri tersisa dengan lima kandidat juara. Itulah situasi yang terjadi di F1 musim ini. Mantan pembalap Mika Hakkinen menilai, kompetisi tahun ini menjadi yang paling seru.
Beberapa kalangan menganggap tenaga listrik merupakan sumber tenaga masa depan di industri otomotif. Tapi kalangan lain menilai yang akan menjadi bahan bakar masa depan bukanlah listrik, melainkan hidrogen
Lewis Hamilton yakin bisa meraih hasil positif di Korea pekan depan. Pembalap McLaren ini mengungkapkan bahwa trek di Korea seharusnya cocok dengan mobil MP4-25.
Juara bertahan Jenson Button tampak sudah kian realistis dengan kansnya mempertahankan gelar. Maka ia pun mengarahkan pandangan ke duo Red Bull yang sedang bersaing ketat, dengan Sebastian Vettel ia yakini akan dapat mengalahkan Mark Webber.
Lewis Hamilton belum mau menyerah mengejar gelar juara dunia kendati masih tertinggal dari pemuncak klasemen Mark Webber. Hamilton mendasarkan keyakinannya pada situasi di tahun 2007.