Wall Street berhasil menguat tipis meski masih dibayangi tingginya harga minyak mentah dunia. Investor menilai perekonomian global bakal baik-baik saja meski harga minyak tinggi.
Kepercayaan investor terhadap dunia bisnis meningkat, hal ini terlihat dari 260 ribu investor baru dari Juni 2009-Desember 2010 di Bursa Efek Indonesia.
Anjloknya bursa-bursa dunia menjadi sentimen negatif yang akan menyeret IHSG lagi ke teritori negatif. Investor akan kembali melepas saham-saham meski ada sentimen positif dari rendahnya inflasi.
Diharapkan hari ini masih bisa melanjutkan penguatannya. Meskipun telah terjadi kenaikan di tengah ketidakpastian kondisi global, diharapkan tidak dijadikan momen spekulasi untuk profit taking sesaat.
Harga minyak mentah dunia 'menggila' lagi dan langsung memicu aksi jual di bursa Wall Street. Investor terus mencari tempat investasi yang lebih aman dan melepas saham-saham.
IHSG melaju 42 poin menyusul membaiknya kepercayaan diri investor setelah pengumuman inflasi Februari yang tidak terlalu tinggi. Penguatan ini membawa indeks kembali ke level 3.500.
IHSG mengawali perdagangan Selasa ini di teritori positif beriringan dengan membaiknya bursa-bursa global. Sementara nilai tukar rupiah tercatat stabil di 8.810 per dolar AS.
Pada perdagangan hari ini (1/3) diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3,425-3,520 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. SMGR, PGAS dan AALI.
Investor kini akan menantikan rilis data inflasi oleh BPS siang ini. IHSG akan bergerak hati-hati karena investor akan menunggu apakah data inflasi sudah sesuai dengan ekspektasi.