Bursa saham seluruh dunia pada periode Januari-Agustus 2008 mengalami penurunan yang bersamaan. Bursa China turun paling tajam sedangkan penurunan IHSG ada di posisi ke-6.
Rupiah makin perkasa setelah BI Rate naik 0,25% menjadi 9%. Mata uang lokal ini memantapkan posisinya di saat bursa saham justru mengalami kerontokan tajam.
Pasar saham dalam negeri masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Merahnya bursa regional Senin pagi ini memberikan sinyal masih fluktuatifnya bursa saham global.
Mayoritas bursa-bursa Asia naik mengikuti penguatan Wall Street dan ditambah sentimen positif turunnya harga minyak mentah dunia. Hanya Bursa Shanghai yang melemah.
Pasar saham dalam negeri mencatat kenaikan yang signifikan karena rebound saham-saham batubara. Investor kembali berburu saham Bumi Resources, Telkom dan Adaro.
Pasar saham di Wall Street pulih sejenak dan kembai mencatat kenaikan yang signifikan. Wall Street berterimakasih dengan turunnya harga minyak ke US$ 134 per barel.
Rupiah pada Jumat pagi ini mengalami pelemahan tipis. Rupiah akhirnya terlontar dari teritori positif setelah pada Kamis kemarin (4/7/2008) tak terpengaruh anjloknya bursa saham.
Rupiah pada Jumat pagi ini mengalami pelemahan tipis. Rupiah akhirnya terlontar dari teritori positif setelah pada Kamis kemarin tak terpengaruh anjloknya bursa saham.