Meski IHSG banyak mendapat sentimen positif namun, mengingat IHSG yang sudah naik 48,36 poin, dimungkinkan juga bisa terkena imbas pelemahan bursa AS dan Eropa.
Wall Street kembali melemah pada perdagangan Jumat atas kekhawatiran krisis politik TImur Tengah serta harga minyak yang masih belum stabil dalam beberapa pekan ke depan.
IHSG melaju semakin kencang setelah BI menahan tingkat suku bunga acuan yang berarti inflasi di dalam negeri masih terkendali. Indeks menutup perdagangan dengan melaju 48 poin.
IHSG melaju 36 poin sambil menunggu keputusan BI Rate yang akan diumumkan Bank Indonesia siang ini. Invetor masih melakukan aksi beli selektif terhadap saham-saham bank.
IHSG membuka perdagangan akhir pekan dengan penguatan poin. Turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen positif terhadap indeks juga nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan hari ini (4/3) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,455- 3,568 dengan saham- saham yang dapat diperhatikan a.l. INDF, KRAS, dan BBCA.
Menguatnya bursa-bursa global secara signifikan akan memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG. Investor selanjutnya akan menantikan pengumuman BI Rate siang ini.
IHSG Sudah melalui empat kali breaking resistance 3.500 namun belum mampu untuk terus melanjutkan penguatan. Butuh sentimen positif lebih besaruntuk terus menguat.