Seharusnya mereka berpikir selama ini apa yang sudah mereka berikan untuk rakyat. Apa yang mereka berikan untuk negara bisa-bisanya merasa layak seperti itu. Kita tahu selama ini banyak pekerjaan mereka yang tidak beres.
Negara tujuan studi banding DPR tidak hanya yang kebijakannya berhasil, tapi juga yang produk konstitusinya gagal dilaksanakan di lapangan. Pansus OJK DPR, adalah salah satu contohnya.
Kritikan terhadap anggota BK yang ke Yunani untuk belajar etika berparlemen terus dikritik. Alih-alih ke Yunani, BK seharusnya ke Jepang karena lebih punya etika dalam budaya malu.
Rencana studi banding BK DPR ke Yunani untuk belajar etika parlemen, sukses menuai kecaman rakyat. DPR seolah makin tidak peduli saat memaksakan kehendak, dengan menantang logika berpikir rakyat.
Lagi-lagi anggota Dewan mendapat sorotan. Penyebabnya, rencana keberangkatan 8 anggota BK DPR ke Yunani untuk studi banding soal etika dan disiplin para senator. Kegiatan itu dinilai hanya sebagai modus untuk jalan-jalan.
Rencana Badan Kehormatan (BK) DPR pergi ke Yunani untuk belajar etika dan disiplin terus menuai kritik. BK DPR diminta menghormati dan menyelesaikan dahulu pengaduan masyarakat terkait anggota DPR yang menjadi tugasnya.
Forum Rektor menyayangkan keputusan Badan Kehormatan (BK) DPR yang melakukan studi banding ke Yunani untuk belajar etika politik dan disiplin. Yunani di era politik modern, sudah tidak terdengar kiprahnya.
Badan Kehormatan DPR berencana melakukan studi banding ke Yunani untuk belajar etika dan disiplin. Padahal masih banyak pengaduan masyarakat yang belum diselesaikan oleh Badan ini.