Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia pada April 2014 sebesar US$ 276,6 miliar, tumbuh 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Calon presiden-wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla punya target yang cukup tinggi di bidang perekonomian. Di antaranya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi 7% per tahun.
Bank Indonesia mencatat selama Mei nilai tukar rupiah mengalami depresiasi. Salah satu penyebabnya adalah perilaku investor yang cenderung menunggu perkembangan pilpres.
Hashim Djojohadikusumo menilai utang pemerintah saat ini masih berada dalam zona yang aman. Utang pemerintah masih rendah dibandingkan negara-negara lain.
Selama periode 5 bulan pertama 2014, realisasi belanja negara Rp 432,68 triliun atau 23,5%. Secara persentase, tidak lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 23,7%.
Prabowo akan mereformasi perpajakan dan perbaikan sistemnya. Jokowi akan melakukan penguatan kapasitas fiskal negara dengan rancang ulang arsitektur fiskal dan lembaga pemungut pajak.
Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan. Dari dalam negeri, salah satu faktor yang menyebabkannya adalah ketidakpastian politik terkait persaingan menuju kursi presiden.