Facebook saat ini tengah mendiskusikan agar para developer bisa menjual berbagai benda virtual di web browser mobile. Ini merupakan bagian dari upaya menghasilkan lebih banyak pendapatan dari smartphone dan tablet.
Di banyak negara, situs jejaring sosial Facebook amat digandrungi. Namun di sebagian negara lainnya, website buatan Mark Zuckerberg ini tidak berarti dan seolah terabaikan. Kalah dari produk lokal.
Seiring perkembangannya, Facebook banyak fungsi, dari mulai beriklan, bermain game hingga menonton video. Kabar terbaru menyebutkan, Facebooker juga akan bisa mengakses berita lewat sebuah aplikasi baru.
Meski Facebook telah menghapus segala bentuk iklan yang mempromosikan Google+, namun raksasa jejaring sosial tersebut masih mengizinkan keberadaan Fan Page Google+ di situsnya. Komentar pedas pun bermunculan.
Sudah menggunakan Google+? Ada data menarik mengenai jejaring sosial yang baru diperkenalkan Google ini. Tiga perempat pengguna Google+ adalah pria. Apa sebabnya?
Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hendaknya belajar cara menghadapi pers dari Barack Obama dan Ali Sadikin.
Meski mengklaim sudah meraup sekitar 750 juta anggota dari seluruh dunia, Facebook belum mau berpuas diri. Mereka ingin terus menambah jumlah anggota di masa depan.
Badan perlindungan data di Norwegia, Swedia, Denmark, dan Finlandia melakukan penyelidikan terhadap Facebook terkait dengan manajemen data pribadi para pengguna.