Dephan telah mengusulkan perwira TNI AL untuk ditempatkan sebagai pengawas laboratorium NAMRU-2. Namun pengajuan yang telah dilakukan selama 8 tahun belum juga ditanggapi.
Keberadaan NAMRU yang berada di bawah Angkatan Laut AS menjadi alasan beberapa kelompok menolak NAMRU-2. Pihak NAMRU menjelaskan Angkatan Laut AS sudah lama merintis penelitian medis.
MoU baru soal NAMRU belum juga selesai dibahas. Masih banyak perbedaan pendapat antara pemerintah Indonesia dan AS termasuk soal aturan pengiriman sampel.
Akbar Tandjung diibaratkan sebagai pendekar tangan kosong yang berjalan sendirian. Ia hanya mengandalkan kelihaian dalam bertarung di kancah politik menjelang Pemilu 2009.