Polisi memastikan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan menggunakan atribut ojek online (ojol). Terkait hal itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menduga pelaku bisa saja hanya menerima titipan dari seseorang.
Bom bunuh diri terjadi halaman Polrestabes Medan. Merespons hal ini, Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla (JK) menyebut radikalisme terjadi akibat kezaliman.
"Informasi yang kami dapat dari Satgas Grab di Medan. Pelaku sudah putus mitra dari Grab sejak November 2018. Di Gojek beliau tidak pernah terdaftar di Gojek,"
Usai ledakan bom di Polrestabes Medan, polisi gelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan, mulai dari paku hingga potongan kabel.