Roket tersebut sempat melewati bagian selatan Pulau Okinawa, Jepang. Para pengamat percaya bahwa Pyongyang tengah mengembangkan senjata nuklir yang bisa mencapai Amerika Serikat.
Korea Utara mengklaim kalau mereka berhasil meledakkan bom hidrogen, yang menghebohkan dunia internasional. Tapi banyak yang meragukan, terlebih negara itu dikenal terbelakang dalam soal teknologi.
Donald Trump memuji pemimpin Korut Kim Jong Un. Trump menyebut gaya kepemimpinan Kim Jong Un, yang menurutnya luar biasa dalam mengeksekusi lawan politiknya.
China mengkhawatirkan radiasi usai uji coba nuklir Korut. Sebagai antisipasi, China mengerahkan 500 personel untuk memantau dugaan radiasi di wilayahnya.
AS mengerahkan pesawat bomber B-52, terbang rendah melintasi Korsel, pada Minggu (10/1). Hal ini dilakukan usai Korut mengetes senjata nuklirnya, pekan lalu.
Kim Jong Un mengatakan, tak ada satu negara pun yang bisa mengkritik negaranya melakukan uji coba bom hidrogen. Bom hidrogen dipersiapkan untuk menghadapi AS.
Sejumlah pihak di China tidak memandang serius tes nuklir yang dilakukan Pyongyang, sementara yang lainnya melihat Korea Utara sangat membebani Beijing.