Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengklaim sistem rudal hipersonik terbaru yang diuji coba akan membantu dalam menangkal musuh negaranya di kawasan Pasifik.
Korut terdeteksi menembakkan rentetan rudal balistik dari wilayahnya pada Selasa (27/1). Rudal balistik Korut itu melesat ke arah perairan Laut Jepang.
Pegiat HAM menyebut dugaan pemindahan dua anak Ukraina ke kamp Korea Utara sebagai bentuk "kejahatan perang." Mereka menuding Moskow memanfaatkan anak-anak.
Pendapatan luar biasa, terutama dari bantuan perang untuk Rusia, memperkukuh kuasa diktator Kim Jong Un. Dan cuma segelintir yang menikmati kemakmuran.
Korut mengecam kepemimpinan Korsel yang disebut memiliki "karakter ganda" dan "bermuka dua", karena latihan gabungan dengan AS sembari mendekati Pyongyang.