Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan saat ini nilai tukar pada 21 September 2022 terdepresiasi 1,03% (poin to poin) dibandingkan dengan akhir Agustus 2022.
Gubernur BI mendorong penggunaan bauran kebijakan bank sentral yang tidak bertumpu pada satu instrumen kebijakan namun mengkombinasikan berbagai kebijakan.