Tim SAR tetap memprioritaskan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 melalui jalur udara. Dua helikopter untuk membantu proses evakuasi telah diberangkatkan dari Halim.
Serpihan pesawat Sukhoi Superjet 100 telah ditemukan di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Awalnya, tim SAR akan memprioritaskan evakuasi jalur udara. Namun situasi cuaca di sekitar lereng gunung Salak, membuat pilihan evakuasi melalui jalur darat kembali menjadi prioritas.
Ketua Basarnas Jakarta Ketut Purwa memastikan ada jenazah yang sudah ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Mereka segera dimasukkan ke kantong jenazah.
Evakuasi korban Sukhoi jatuh melalui jalur udara dihentikan gara-gara diserang kabut tebal. Namun penghentian evakuasi melalui jalur darat tergantung komando di lokasi.
Evakuasi korban kecelakaan pesawat Sukhoi lewat udara dihentikan karena kabut menyerang. Heli terpaksa balik ke markas. Evakuasi dengan heli akan dicoba lagi Jumat pagi.
Kabut mulai menyelimuti kawasan Gunung Salak. Jarak pandang dari udara pun terbatas. Akhirnya helikopter yang dikerahkan membantu evakuasi ditarik ke home base.
Tim SAR sudah tiba di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Namun masih belum diketahui kondisi penumpang. Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap-siap di dua posko menunggu kedatangan tim SAR dalam mengevakuasi korban.
Gunung Salak berdiri dengan anggun di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun di balik kecantikan gunung setinggi 2.221 meter ini sederet kecelakaan pesawat berujung maut terjadi di sini.