Pembagian daging kurban secara langsung selalu berpotensi menimbulkan ricuh. Di satu sisi, ada pula yang mengantarkan daging kurban itu ke langsung ke tangan penerimanya.
SDIT Nurul Fikri memanfaatkan hari raya Idul Adha untuk belajar berbagi dan peduli kepada sesama dengan berkurban. Hewan kurban yang disembelih ini hasil sumbangan dari orangtua siswa.
PT Telkom Bandung membagikan 9.000 paket daging kurban untuk dibagikan kepada mustahik yang berada di sekitar Gedung Kantor Pusat Telkom Bandung Jalan Japati. Paket tersebut berasal dari 24 ekor sapi yang dihimpun dari para direksi dan karyawan di lingkungan GKP.
Momen Idul Adha semoga menjadi momen reflektif. Kurban tidak dimaknai sebagai pesta daging semata. Ibadah kurban semestinya mampu menjadi momentum perwujudan cinta kemanusiaan kepada sesama yang tidak hanya terjadi setahun sekali.
Sehari pasca Idul Adha, Sabtu (28/11/2009) penjualan daging sapi dan daging kambing di sejumlah pasar tradisional di Bandung sepi pembeli, namun para pedagang tetap berjualan.
Sejumlah warga yang susah payah mendapatkan daging hewan kurban di Masjid Istiqlal rupanya tidak langsung membawa pulang daging tersebut untuk dimasak. Mereka menjual lagi daging itu dengan harga Rp 25-30 ribu.
Beberapa peristiwa unik mewarnai pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal, Jakpus. Meski udara pagi Jakarta cukup dingin, namun desakan dan aksi dorong, tak bisa menahan keluarnya keringat dari tujuh ribuan warga yang mengantre.
Sedikitnya seribuan warga yang sudah mengantre pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal, Jakpus, kecewa karena tak kebagian. Total tujuh ribu kantung daging yang disediakan panitia ternyata tidak cukup.
Sejumlah anak-anak yang ikut antre daging kurban bersama orang tua mereka di Masjid Istiqlal, Jakpus, dikeluarkan dari antrean. Petugas mengamankan mereka karena terjepit.