Setelah genap 6 hari dirawat, aktivis ICW Tama Satrya Langkun yang menjadi korban penyerangan akhirnya meninggalkan rumah sakit. Pelapor rekening gendut Polri ini akan tinggal di kantor ICW.
Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan Komnas HAM menjenguk aktivis ICW Tama S Langkun yang dikeroyok Rabu malam lalu. Mereka ingin memberikan dukungan kepada Tama.
ICW menduga insiden pembacokan anggota Divisi Investigasi ICW Tama Satrya Langkun ada kaitan dengan teror bom molotov di kantor Tempo. Alasannya, ICW dan Tempo sama-sama mengangkat isu rekening pejabat Polri.
Anggota Divisi Investigasi ICW Tama Satrya Langkun yang melaporkan rekening gendut pejabat Polri sudah dibuntuti oleh orang tidak dikenal sejak 2 hari lalu sebelum insiden pembacokan. ICW akan melaporkan kasus ini ke sejumlah instansi.
Pelapor kasus rekening jenderal polisi, Tama Satrya Langkun, dibacok dan dikeroyok sejumlah orang, Kamis (8/7) pagi. Sebelum dibacok, motor pelapor rekening gendut jenderal Polri itu dipepet sebuah mobil dan motor.
Tama Satrya Langkun, aktivis ICW yang dibacok sekelompok pria tak dikenal, mengalami luka serius. Diduga Tama sudah diincar sejak mau pulang ke kantornya di Kalibata.
Anggota Divisi Investigasi ICW Tama Satrya Langkun dikeroyok dan dibacok sejumlah orang tak dikenal. Tama kini mengalami luka serius di bagian kepalanya.