Koreksi saham masih mungkin terjadi, namun IHSG juga akan mengikuti irama bursa saham regional yang menentukan pergerakannya. Saham-sahan unggulan masih dalam posisi jenuh beli.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tumbang setelah mengalami rally panjang dalam enam hari berturut-turut. IHSG terseret penurunan bursa saham regional dan lobal.
Meski sempat dihujani aksi ambil untung di sesi awal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan rally yang terjadi sejak pekan lalu. Penguatan IHSG belum terpatahkan.
Pencapaian IHSG yang spektakuler pada pekan lalu mulai dibayangi tanda-tanda aksi ambil untung. Investor akan waspada terhadap saham perbankan menyusul sentimen likuidasi Bank IFI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami rally selama sepekan penuh. Optimisme investor kembali bangkit setelah hasil pemilu aman dan masuknya dana asing.
IHSG sudah menunjukkan kehebatannya selama empat hari berturut-turut. IHSG masih masih harus menguji kesaktiannya apakah masih bisa menguat di akhir pekan ini.
Rally tiga hari berturut-turut di lantai bursa masih bisa berlanjut jika tak dihantam aksi ambil untung. IHSG kini menjajal level 1.600 yang jika berjalan mulus hanya tinggal lompat selangkah lagi.
Gelontoran dana di bursa saham yang mencapai Rp 5 triliun lebih ikut mendongkrak rupiah. Mata uang lokal ini terus menunjukkan tren penguatan karena maraknya capital inflow setelah pemilu.
Kenaikan IHSG yang tajam hingga 100 poin lebih dalam dua hari terakhir membuat sejumlah saham dalam posisi overbought atau jenuh beli. Aksi ambil untung bisa menahan rally IHSG.