Praktis, itulah ilustrasi singkat dari Pitsa Cone. Untuk menikmati pizza seperti es krim ini enggak pake lama. Hanya menunggu tiga menit saja pizza sudah langsung bisa disantap.
Makanan pizza asal itali ini sudah turun ke jalan dan mulai merakyat. Bahkan, kemasan pun dibuat lebih praktis sehingga bisa tetap nyaman walau dimakan dengan standing party. Umm..seperti apa ya rasanya?
Tim Internet Sehat telah memilih dua pemenang untuk kategori BRONZE Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2010. Andakah yang menang? Simak di detikINET.
Industri kompor di Jalan Dewi Sartika dulu sangat populer sampai namanya pun berubah jadi Cawang Kompor. Tapi kini industri itu secara perlahan mati sejalan program konversi minyak tanah. Sementara pemerintah pilih tak peduli.
Namanya labu kukuk. Bentuknya unik menyerupai kendi, maka sering juga disebut labu kendi. Undang (34), mengubah laku kukuk ini menjadi kendi sungguhan yang bisa digunakan sebagai tempat minum atau pajangan di dalam rumah.
Bosan dengan pisang goreng, coba saja bikin cake pisang yang praktis ini. Aroma wangi pisangnya sangat menggoda apalagi dipadu dengan gurih wangi almond iris! Nyam... nyam!
Perpaduan sayuran, keju dan daging asap ternyata membuat pizza yang satu ini jadi makin penuh sensasi. Ada rasa gurih, renyah dan asam segar. Rasakan kegurihan dan kerenyahan kulitnya saat dikunyah. Hmm...mamma mia!
Pizza tradisional yang bentuknya mirip kantong celana ini dikenal dengan sebutan 'pizza celana'. Sekilas mirip pastel dengan isian yang yummy. Ada keju mozarella, ricotta, sosis, smoked beef dan arugula. Nyam..nyam..gurih renyah segar!
Makanan asli warga Italia ini memang mulai menjamur di Jakarta. Meskipun kini bermunculan resto yang menyajikan beragam jenis pizza, tapi pizza tradisional Italia tetap jadi primadona. Dimasak dengan cara tradisional, Hmm.. mama mia!