Badai demokrasi benar-benar telah melanda sekaligus mengubah wajah dunia Arab. Dari artikuasi di mimbar-mimbar demonstrasi, hingga bermetamorfosa menjadi bahasa moncong-moncong senjata.
Pekan lalu, Indonesia juga ikut merasakan dampak dari pembocoran dokumen rahasia WikiLeaks. Dua Koran Australia, yang memanfaatkan bahan berita dari kawat diplomatik rahasia Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang bocor ke situs WikiLeaks.
Iran mengecam setiap bentuk intervensi militer di Libya. Bahkan Iran menuding, negara-negara Barat telah menggunakan dalih "membela hak-hak rakyat Libya" untuk intervensi militer mereka.
Keberadaan pasukan AS di Afghanistan dianggap oleh Iran telah menyebabkan kekerasan dan ekstremisme. Bahkan juga telah meningkatkan produksi narkotika di negeri itu.
Iran mengecam kekerasan rezim Muammar Khadafi terhadap demonstran. Namun Iran juga mengingatkan negara-negara Barat untuk tidak melakukan intervensi militer di Libya.
Untuk merespons krisis di Libya, pemerintah Inggris, Prancis dan AS telah mengirimkan ratusan penasihat militer ke Libya untuk membangun pangkalan militer di Libya.