AHY mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan secara terukur mempertimbangkan kondisi masyarakat dan kenaikan harga energi dunia imbas konflik Timur Tengah.
Perang di Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran dalam berwisata secara global. Geopolitik memanas belum usai, naiknya kurs mata uang jadi ancaman baru.
Nilai tukar Rupiah tembus Rp 17.500, memicu inflasi dan dampak negatif bagi masyarakat. Kenaikan harga barang impor diprediksi dalam 2-3 bulan ke depan.