Tim Sukses JK-Wiranto mengamati miring "tiga M" yang berada di sekeliling SBY. 3 M yang dimaksud yakni Andi, Rizal, Zulkarnaen atau Coel Mallarangeng. Tim JK yakin bila SBY sukses menjadi presiden, 3 M akan menjadi menteri kabinet.
Lantaran pengakuan Kepala BPKP soal pengakuan memperoleh perintah presiden untuk mengaudit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Rajasa telah meluruskan langsung kepada yang bersangkutan.
Meski diterpa isu krisis elektabilitas, SBY-JK masih optimis unggul dibanding 2 kandidat lain. Bila tidak ada kejadian luar biasa dalam satu minggu terakhir, popularitas SBY-Boediono tak tergeser dari posisi puncak.
Kubu SBY-Boediono menampik bila black campaign termasuk penyebaran selebaran yang berisi istri Boediono, Herawati, beragama Katolik dilakukan oleh pihak SBY sendiri.
Capres SBY menyesali aksi kekerasan yang dilakukan kader Partai Demokrat terhadap wartawan Sinar Harapan saat meliput kampanye Cawapres Boediono di Papua. SBY pun minta maaf.
Kangen masakan rakyat kebanyakan, SBY menghentikan perjalanan di Tegal. Lalu, ia belok kiri tidak jauh dari pantura dan menuju warung "Ibu Ipah", warung makan sederhana yang terkenal dengan sayur asemnya.
Pernyataan Presiden SBY yang mempersoalkan kewenangan KPK terus menuai kritik. Puluhan pendemo yang menamakan Perkumpulan Madani Antikorupsi (Permak) menilai pernyataan SBY muncul karena besannya, Aulia Pohan, ikut dijerat.
Pernyataan SBY soal KPK terus menjadi bola liar. Salah satunya muncul isu pernyataan itu keluar karena SBY kecewa dengan vonis 4,5 tahun KPK terhadap Aulia Pohan. Jubir Presiden SBY, Andi Mallarangeng, membantah rumor itu.
Presiden SBY bertandang ke kantor redaksi dua media massa terkemuka. Kunjungan tersebut bukan dalam rangka kampanye Pilpres 2009, melainkan dalam kunjungan silahturahmi Kepala Negara