Ekonomi di kawasan Uni Eropa (UE) diprediksi suram. Pemulihan ekonomi mengalami stagnasi. Pertumbuhan tahun depan diperkirakan 0,5% dibandingkan ekspektasi sebelumnya 1,5%.
Pemerintah Indonesia makin khawatir akan terjadinya krisis ekonomi global akibat krisis di Italia. Sebab, perekonomian Italia empat kali lebih besar dari Yunani.
Krisis ekonomi global menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi RI. Namun kuatnya perekonomian domestik membuat perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh dengan baik.
Adanya rilis inflasi dan kinerja emiten tampaknya tidak cukup kuat untuk menahan pelemahan saham-saham di BEI. Kemungkinan aksi jual masih akan berlanjut.
Kejutan rencana referendum Yunani ikut membuat Wall Street syok. Saham-saham kembali merosot ke titik terendahnya karena khawatir krisis di Eropa tidak akan terselesaikan.
Meskipun pertumbuhan voice di seluler dan fixed mulai melambat, turun sekitar 5,4%, namun fenomena itu masih dinilai normal karena lifestyle masyarakat mulai beralih dari voice ke data, bahkan triple play.
Telkom mencatat penurunan laba bersih 6,4% menjadi Rp 8,3 triliun. Laba tergerus karena perseroan mengeluarkan biaya non recurring sekitar Rp 956 miliar.