Proses transisi kekuasaan di Indonesia kadang diwarnai oleh hal-hal yang menegangkan. Akan tetapi, Indonesia lebih beruntung dibandingkan Libya saat ini. Pergantian kekuasaan di Indonesia tidak diiringi dengan pertumpahan darah.
Gejolak politik di Timur Tengah seperti di Libya bisa membuat pasokan minyak mentah Indonesia terganggu. Karena itu Pertamina mengkaji sumber lain salah satunya Malaysia.
Ada putra pimpinan Libya, Muammar Khadafi yang gemar bermain sepak bola, dialah Saadi Khadafi (36). Dengan pengaruh dan nama besar ayahnya, Saadi bisa merumput di Italia. Namun, karir sepakbolanya sungguh jeblok.
Pertamina bakal mengevakuasi 3 sisa pegawainya yang masih berada di Libya hari ini. Pegawai tersebut bakal segera diterbangkan ke Roma, Italia sebelum bertolak ke Indonesia.
Kalau ada anak pemimpin Libya Muammar Khadafi yang paling cemerlang, mungkin itu putra keduanya Saif al Islam Khadafi (38). Pendidikannya tinggi, diplomasinya mumpuni, dan jaringannya luas. Saif jadi calon kuat pengganti sang ayah, namun dia menampiknya.
Pemimpin Libya Muammar Khadafi hanya punya satu putri sekaligus anak bungsunya, Ayesha Khadafi (34). Ayesha moncer sebagai pengacara yang membela pemimpin Irak Saddam Hussein dan pelempar sepatu pada Presiden Bush, Muntadhar al Zaidi.