Pemerintah Mauritania, salah satu anggota Liga Arab, ikut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Alasannya, Qatar dituduh mendukung para teroris.
Sebanyak 43.000 WNI yang bekerja di Qatar disarankan tidak menimbun barang-barang kebutuhan atau membeli tiket pulang setelah Qatar dikucilkan sejumlah negara.
Dampak krisis politik Qatar, maskapai Qatar Airways menghentikan penerbangan ke 4 negara Arab. Namun penerbangan ke Eropa dan Amerika tidak terpengaruh.
Warga Qatar tampak menjejali toko-toko serba ada untuk mendapatkan persediaan pangan, sementara WNI yang tinggal di Qatar khawatir tak bisa mudik lebaran.
Ketegangan Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mencapai titik puncak, setelah keempat negara itu memutuskan hubungan diplomatik.