Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan sikap Iran soal negosiasi nuklir. Ditegaskannya, Iran hanya akan berdialog dengan AS jika Washington mencabut sanksi dan ancaman terhadap Teheran.
Sanksi-sanksi internasional terhadap Iran justru memperkuat pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Bahkan sanksi itu semakin memberikan kesempatan untuk menindak gerakan oposisi.
Pasukan elit Iran, Garda Revolusioner Iran sedang menggali kuburan massal untuk para prajurit AS sebagai persiapan jika terjadi perang dengan AS atas program nuklir negara tersebut.
Pemerintah Iran tak menghiraukan pernyataan pejabat tinggi militer AS, Laksamana Mike Mullen bahwa Washington punya rencana menyerang negara republik Islam tersebut.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan sanksi baru yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB tetap tidak akan menghentikan program nuklir Iran. Dengan lantang, Ahmadinejad mengklaim, Iran adalah pemberontak yang tersisa dalam menghadapi tekanan dunia Barat.