Sampai Jumat (23/10) siang, segalanya baik-baik saja. Panitia Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2015 mengirimkan rilis pers ke berbagai redaksi media massa. Disebutkan bahwa hajat tahunan yang berlangsung sejak lebih dari 10 tahun lalu itu, tahun ini siap digelar kembali.
Tahun ini, huru-hara politik yang kemudian dikenal sebagai G30S 1965 memasuki usia 50 tahun. Meskipun setiap tahun pada tiap Oktober wacana ini selalu kembali menjadi perbincangan, namun ada yang terasa berbeda kali ini.
Berakhir sudah gelaran Frankfurt Book Fair 2015 dengan Indonesia sebagai tamu kehormatan. Banyak dampak langsung maupun tidak langsung yang dirasakan usai acara
Tim kuliner Indonesia yang terdiri dari 20 orang lebih akan unjuk kebolehan di acara Frankfrut Book Fair di Jerman. Beragam kuliner, budaya hingga teh dan kopi akan dipamerkan dalam acara ini.
Panggung Literasi Selatan yang menjadi bagian dari festival dua tahunan Biennale Jogja Ekuator #3 bersinergi dengan pemerintahan Desa Panggungharjo, Bantul.
Taman Ismail Marzuki akan menjadi saksi sejarah bagi perayaan Hari Puisi Indonesia yang ke-3. Festival yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut terselenggara berkat Yayasan Hari Puisi bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Pusat Dokumentasi HB Jassin.
Korea Selatan didapuk menjadi tamu kehormatan di pameran buku terbesar tahunan, Indonesia International Book Fair 2015. Festival tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Kacung Marijan, kemarin.