Warga Hong Kong berbondong-bondong membeli Apple Daily sebagai bentuk solidaritas. Oplah tabloid pro-demokrasi itu ludes setelah polisi menahan pemiliknya.
Banyak orangtua rela melakukan apapun untuk bekerja. Seperti kisah para pengantar makanan yang membawa anaknya saat bekerja karena tak punya pilihan lain.