Badai Washi di Filipina telah merenggut nyaris 1.000 jiwa. Sebagai bentuk solidaritas, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan bantuan berupa tenaga kemanusiaan dan dana rehabilitasi.
Tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban topan Washi di Filipina. Hanya saja, beberapa WNI rumahnya mengalami kerusakan akibat amukan Washi itu.
Banjir dan tanah longsor yang disebabkan badai Washi melanda Filipina. Hampir 1.000 orang meninggal akibat peristiwa itu. Untunglah hingga saat ini Kemlu RI belum mendapat kabar adanya WNI yang menjadi korban
Presiden Filipina Benigno Aquino mengumumkan keadaan bencana nasional menyusul banjir dan tanah longsor yang disebabkan badai Washi. Korban tewas sejauh ini telah mencapai 1.000 orang!
Korban tewas akibat badai Washi di Filipina terus bertambah hingga mencapai 652 jiwa. Sedangkan sekitar 800 orang lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian oleh petugas penyelamat.
Pemerintah mengirim 20.000 tentara dan kapal Angkatan Laut untuk mencari korban banjir yang selamat maupun meninggal di lokasi bencana, Filipina Selatan.
Jumlah korban tewas akibat banjir bandang besar yang dipicu oleh badai Washi di Filipina terus bertambah. Palang Merah Filipina menyebutkan 440 orang dilaporkan tewas dan sekitar 200 orang lainnya masih hilang.
Gedung Taipei 101 di Taiwan memiliki ketinggian 509 meter. Bangunan ini menjadi gedung dengan biaya pembangunan termahal di dunia dengan nilai Rp 15,8 triliun.