Indonesia membutuhkan instrumen perdagangan yang lebih terintegrasi agar ekspor SDA tidak lagi berjalan parsial dan rentan terhadap kebocoran penerimaan negara.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan 95% dividen yang disetor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berasal dari 8 entitas.