Bencana rupanya datang mendahului. Karena itu, perwakilan Jepang yang semula hendak ambil bagian dalam simulasi penanganan gempa dan tsunami di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), akhirnya pulang kembali.
Simulasi Penanggulangan Bencana Asia-Pasifik menelan dana Rp 13,8 miliar. Dana yang diambil dari APBN tersebut untuk membangun sarana dan prasarana guna menunjang simulasi yang diikuti 27 negara tersebut.
Beberapa tahun lalu, ketika tsunami menghujam Aceh, banyak pakar geologi mengatakan, gempa bumi dengan kekuatan 8,5 SR itu, merupakan pergeseran lempengan bumi yang tengah bergerak menuju titik keseimbangan.
Bocornya reaktor nuklir di Jepang tampaknya dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menyebarkan hoax. Pesan palsu tentang dampak ledakan tersebut di Indonesia pun mulai banyak menyebar melalui BlackBerry Messenger (BBM).
Jepang selama ini masuk sebagai 'pemasok' wisatawan asing nomor empat terbesar ke Indonesia. Imbas gempa dan tsunami yang terjadi dikhawatirkan bakal menurunkan jumlah kunjungan wisman asal Jepang.
Setelah gempa besar yang mengguncang Jepang 11 Maret lalu dengan skala 9, sejumlah gempa susulan masih terjadi. Hal ini wajar karena 'relaksasi' tengah dilakukan oleh alam.
54 orang dosen dan mahasiswa dari UGM saat ini belum diketahui keberadaannya pasca gempa dan tsunami melanda Jepang. UGM kini berusaha melakukan pencarian melalui KBRI di Tokyo.