Keinginan Prabowo Subianto menjadi capres bakal terganjal. Satu-satunya partai yang diharapkan mampu mengusung Mantan Danjen Kopassus itu sebagai capres, yaitu PDIP, sudah final mencapreskan Mega. Posisi capres Prabowo pun menjadi terancam.
Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menduga perusakan parpol itu dilakukan secara sistematis oleh kelompok tertentu yang memiliki jaringan dan kekuatan yang memadai. Sayangnya Maruarar tidak menyebut siapa yang dimaksud.
Upaya pembangunan koalisi besar yang digagas kelompok Teuku Umar tidak kunjung usai. Diduga, molornya kesepakatan antara parpol yang tergabung dalam kelompok ini karena ada pihak-pihak yang tidak ingin kelompok ini bersatu.
Setelah diskors untuk lobi, sidang paripurna pengesahan RUU tentang Penetapan Perpu No 1/2009 Tentang Perubahan UU Nomor 10/2008 tentang Pemilu tetap menemui jalan buntu (deadlock). Sidang pun ditunda pada Rabu (29/4/2009) besok.
Isu Megawati mundur dari capres PDIP dan digantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X terdengar kuat. Namun, isu ini dibantah keras ketua DPP PDIP Maruarar Sirait. Dia tak rela ada yang menggantikan Mega sebagai capres dari PDIP.
Teka-teki siapa yang akan mendampingi Megawati sedikit menemukan titik terang. PDIP akan mengusung cawapres 'fighter' untuk mendampingi ketua umumnya tersebut. Siapa dia?