Masyarakat tahu benar bahwa selama ini Ny. Ani Yudhoyono tidak berjilbab. Tapi tiba-tiba di tengah Silatnas Parpol Koalisi SBY-Boediono tampil 'Ibu Negara' berbusana muslimah lengkap dengan jilbabnya.
Masalah isu jilbab ibu negara ditanggapi serius Partai Demokrat (PD). Sekjen PD Marzuki Alie mengaku telah menelepon Presiden PKS Tifatul Sembiring untuk menanyakan masalah ini.
Setelah dipandang sebagai pihak yang mengusulkan agar Bu Ani Yudhoyono memakai jilbab, kini PKS justru menyarankan hal sebaliknya. Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah meminta Bu Ani tidak menutup auratnya menjelang pemilu.
Salah satu ciri istri yang baik adalah mendukung sang suami dalam suka dan duka. Begitu juga yang dilakukan Ani Yudhoyono. Di depan ibu-ibu pengurus Posyandu, Ani pun "berkampanye" lanjutkan.
Golkar meminta agar semua pihak tidak menghubungkan Ibu Ani Yudhoyono yang tidak menggunakan jilbab dengan isu politik yang memanas menjelang Pilpres. Golkar menyebutnya sebagai hak asasi manusia.
Partai koalisi SBY-Boediono meminta agar Ibu Ani Yudhoyono mengenakan jilbab. Bagaimana tanggapan bakal capres PDIP Megawati Soekarnoputri jika disuruh berjilbab?
Usulan agar Ibu Ani Yudhoyono mengenakan jilbab menuai kontroversi. Selain ramai di media massa, milis dan forum, kontroversi ini juga mampir di situs SBYPresidenku.com. Usulan ini dinilai mengada-ada.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai usulan agar Ibu Ani Yudhoyono berkerudung atau mengenakan jilbab menjelang Pilpres sebagai hal yang naif. Usulan pengenaan jilbab itu justru dinilai kontraproduktif.
PKS tidak pernah meminta secara resmi agar Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono mengenakan jilbab. Usulan jilbab hanya saran pribadi Ketua DPP PKS Mahfudz Siddik.