Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) berpendapat Indonesia aman dari ancaman radiasi nuklir di Jepang. Meski begitu, pengukuran radiasi tetap akan dilakukan di sejumlah wilayah seperti Manado.
Krisis nuklir di Jepang mendorong negara-negara Eropa untuk meninjau ulang program nuklir mereka. Bahkan Jerman dan Swiss menghentikan sementara program energi nuklirnya.
Sebanyak 50 dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tengah menimba ilmu di Jepang. Mereka dipastikan aman dari bencana gempa bumi dan tsunami yang menggulung pantai timur Jepang.
Begitu mendengar adanya peringatan tsunami dari gempa di Jepang akhir pekan lalu, warga Manado langsung tanggap. Mereka meninggalkan pesisir pantai dan mengungsi ke tempat yang aman.
Pejabat Pemerintah Kota Tokyo menegaskan, munculnya radiasi rendah di Tokyo tidaklah berbahaya. "Tingkat yang sekarang bukan masalah," ujar pejabat kota
Ketum PMI, Jusuf Kalla, mengaku pihaknya telah menyiapkan bantuan dan tim relawan kemanusiaan untuk dikirim ke Jepang pasca-gempa dan tsunami di negara itu.
Radiasi nuklir akibat meledaknya PLTN Fukushima disebut-sebut juga akan melanda Indonesia. Namun Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menegaskan, wilayah Indonesia aman karena arah angin saat ini mengarah ke China dan Rusia.