Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein menyatakan, pengaduan terkait dugaan penjualan organ tubuh tiga TKI asal NTB adalah masalah lintas negara. Karena itu, Polda NTB memerlukan koordinasi dengan Mabes Polri untuk mendapat petunjuk soal pelaksanaan autopsi.
3 TKI asal NTB yang tewas di Malaysia diduga organ tubuhnya dijual. Hal ini sangat disesalkan karena terjadi saat pemerintah meningkatkan upaya perlindungan kepada TKI. Karena itu penegakan hukum atas kasus ini mutlak dilakukan.
Presiden SBY belum mendapatkan laporan lengkap mengenai dugaan pencurian organ tubuh tiga WNI di Malaysia. Di samping itu belum ada kepastian apakah tiga korban benar dicuri organ tubuhnya atau tidak.
3 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan tewas di Malaysia. Polisi Diraja Malayasi menembak ketiga TKI itu karena gerak-geriknya mencurigakan. Pakai sarung tangan, penutup kepala, masker dan membawa parang.
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat keberatan atas kasus penembakan sadis oleh polisi Malaysia terhadap 3 TKI asal NTB yang diduga ingin melakukan penyerangan saat akan ditangkap.
Keluarga tiga TKI yang diduga korban penjualan organ tubuh di Malaysia, mengadu ke Polda NTB. Mereka berharap polisi mengautopsi jasad tiga TKI yang kini telah dimakamkan.
3 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia diduga menjadi korban perdagangan organ dalam. Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, ketiga jenazah TKI tersebut rencananya akan diautopsi ulang besok, Selasa (24/4).
KBRI di Kuala Lumpur membantah 3 TKI asal Lombok yang tewas adalah korban perdagangan organ. Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Mulya Wirawan, mengatakan ketiga TKI tersebut tewas ditembak polisi Malaysia karena kasus kriminal.