Munculnya desakan dari masyarakat dan DPRD akhirnya membuat Pemkot Mojokerto sedikit melunak. Pemkot berjanji memprioritaskan 90 keluarga menempati rusunawa.
Wajah-wajah para pengungsi dari Afganistan di Kalideres, Jakarta Barat menyimpan cerita horor kemanusiaan. Mereka diburu Taliban hanya karena perbedaan etnis.
Pemkot Mojokerto didesak memprioritaskan 90 keluarga yang puluhan tahun menghuni bantaran rel KA untuk menempati rusunawa. Mereka digusur proyek jalur ganda.
Perilaku membakar sampah yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan ternyata masih sangat tinggi. Sedangkan tempat penampungan sampah sementara (TPS) minim.
Bantaran rel kereta api (KA) di Kota Mojokerto dihuni puluhan keluarga sejak tahun 1980-an atau sejak zaman Orde Baru. Pemerintah diduga melakukan pembiaran.