Bentrokan antara para demonstran dan polisi di Turki menimbulkan keprihatinan pemerintah Amerika Serikat. Otoritas Turki pun diminta untuk melakukan penyelidikan atas kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.
Aksi demo antipemerintah tengah marak melanda Turki. Namun aksi serupa juga berlangsung di New York, Amerika Serikat. Massa menyerukan pengunduran diri PM Turki Recep Tayyip Erdogan.
Pada hari kelima aksi demonstrasi, massa belum beranjak dari Lapangan Taksim bersamaan dengan dimulainya dua hari aksi mogok salah satu serikat pekerja negara itu.
Demonstran anti pemerintahan Turki mengancam akan membuat kota-kota Turki rusuh. Bahkan para demonstran menyerukan akan bergandengan dengan teroris untuk menggulingkan pemerintahan PM Turki Tayyip Erdogan.
Aksi unjuk rasa antipemerintah di Istanbul, Turki mulai mereda. Hal itu dikatakan oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di sela kunjungannya ke Maroko.
Aparat kepolisian anti huru-hara menggunakan gas air mata terhadap demonstran yang telah empat hari berturut-turut melakukan demo di Istanbul. akibat peristiwa tersebut satu orang diantaranya tewas.
Salah satu serikat buruh terbesar di Turki menyerukan aksi mogok hari Selasa dan Rabu, menyusul bentrok antara demonstran antipemerintah dan polisi dalam empat hari terakhir.